Senin, 05 November 2012

Gen Lethal di Hamster


Ilmu genetika memang seru dan selalu menimbulkan kekaguman dan  betapa dahsyat ciptaan Tuhan.. Dengan pemahaman akan genetika pula kita dapat menghindari percampuran-percampuran gen yang tidak semestinya.
Siapa saja yang berusaha menernakkan hamster, sepatutnya terlebih dulu mempelajari seputar genetika agar dapat menghindari terjadinya persilangan yang tidak pada tempatnya.
1. Beda jumlah Kromosom, Mustahil Dikawinkan
Pemahaman paling mendasar yang terlebih dulu harus kita ketahui adalah jumlah kromosom berbagai macam spesies hamster yang bisa kita temui. Perbedaan jumlah kromosom, mustahil bisa dikawinkan.
Dari sebanyak 15 spesies dan subspesies rodents, jumlah kromosom bervariasi antara 40 – 86 pasangan kromosom. Jumlah kromosom rata-rata adalah 52 pasang. Pada Family Cricetidae -di mana dwarf hamster, Roborovski, Syria, Chinese Hamster, European Hamster dan Gerbil berada di dalamnya- jumlahnya tidak beda jauh. Tapi pada family Muridea. di mana seabnyak 40-an spesies tikus ada di dalamnya, perbedaan jumlah kromosom semakin tipis lagi.
Jumlah pasangan kromosom terbanyak dimiliki oleh South American desert rodent (Tympanoctomys barrerae), yakni sebanyak 102 pasangan kromosom. JUmlah ini juga terbesar dari seluruh spesies mamalia. Rodent satu ini satu sub Family dengan hamster, yaitu Cricetidae.
Berikut beberapa subspesies Cricetidae, dan jumlah pasangan kromosom yang dimilikinya:
- South American desert rodent (Tympanoctomys barrerae) = 102
- Syrian Hamster (44)
- Chinese Hamster (22)
Roborovski (34)
Campbell (28)
- Winter White atau Hibrid/non spesies (28)
- Gerbil (44)
Sama Jumlah Kromosom, Tidak Berarti Bisa Dikawinkan
JIka perbedaan jumlah kromosom tidak memungkinan dua spesies yang berbeda untuk dikawinkan, maka sebaliknya, persamaan jumlah kromosom tidak berarti dua spesies yang berbeda bisa dikawinkan.
Bahkan, spesies yang sama sekalipun, misalnya, antara Campbell dengan Campbell, Winter White dengan Winter White, atau Syrian dengan Syirian, tetap diperlukan pemahaman dan ketelitian/kecermatan sebelum melakukan perkawinan.
Pasalnya, para ahli telah melakukan menemukan bahwa ada sejumlah gen yang bersifat lethal atau saling membunuh jika bertemu dengan gen yang sama-sama lethal.
Di bawah ini adalah persilangan antara dua gen lethal yang harus dihindari, dan akibat yang terjadi jika dilakukan. Selain itu, ada juga perkawinan yang sebaiknya dihindari karena bawaan penyakit turunan:
1. Ruby Eyed Mottled pada Campbell (kode gen Mi)

Pertemuan hamster campbell dengan bawaan gen Ruby Eyed Mottled (dikenal sebagai microphthalmic genes) akan menyebabkan:
  • cacat fisik pada bayi yang dilahirkan, yaitu eyeless dan tootless, atau tanpa gigi dan tanpa mata.
  • Penampakan putih polos dan kerdil/kuntet, dan akan mati sebelum melewati masa sapih (21 hari)


Ciri fisik Ruby Eyed Mottled (Mi)
  • Hanya bisa dicirikan pada hamster mottled bermata hitam, di mana pada matanya akan terlihat semburat berwarna merah atau merah gelap jika terkena cahaya.
  • Pada Campbell normal/agouti yang tidak terlihat mottled, bawan gen Ruby Eyed Mottled bisa dicirikan dari perutnya yang berwarna putih (bukan putih gading), dan tida ada warna sedikitpun pada sekitar lehernya.
  • Gen Mottled Ruby Eyed juga bisa terdapat pada Campbell Albino. Seperti diketahui, Albino bisa “masking” gene warna lain, termasuk bisa masking gen corak/mottled.
  • Meskipun belum disepakati secara luas, gen Mottled Ruby Eyed juga bisa terdapat campbell EktremeDilute Platinum (REW/BEW). Dalam hal ini juga bisa terjadi “masking”.
Saran: Jika tidak yakin apakah campbell yang akan dipasangkan itu membawa gen Mi atau tidak, maka sebagiknya jangan pernah mencampur dua Campbell mottled. Toh cukup satu gen mottled untuk mencetak hamster bercorak mottled.
2. Roan/White Bellied pada Syrian (kode gen Wh)
Pertemuan hamster syria dengan bawaan gen Roan/White Bellied (dikenal sebagai Anopthalmic genes) akan menyebabkan:
  • cacat fisik pada bayi yang dilahirkan, yaitu eyeless atau tanpa mata.
  • Penampakan putih polos dan kerdil/kuntet
  • Meskipun anakan yang eyelsess bisa bertahan hidup karena tidak terlalu membuituhkan penglihatan, anakan eyeless pada syria umumnya berumur pendek.
Ciri fisik Roan/White Bellied pada Syrian
  • Perut berwarna putih
  • Pada Syrian Black, terkadang ada totol putih di perut, terkadang totolnya besar.
  • Ada warna tertentu pada Syria yang juga bisa masking gen Anopthalmic. Yaitu gen
  • Dark-eared White (DEW, kode gen Dg), atau kombinasi warna yang melibatkan gen DEW, seperti Flesh-eared White (DEW X Cinnamon)
  • Ada satu gen warna lagi yang bisa Masking gen Anopthalmic, yaitu Black-eyed atau
  • Red-eyed white yang menggunakan kombinasi gen Dominant Spot Gene/Silver Gray dikawinkan dengan Cream.
  • Selain masking, ada situasi lain di mana gen Anopthalmic bisa tersembunyi dan sulit dicirikan. Yaitu jika mengawinkan Syrian Golden atau Black White-bellied dengan gen pola/corak lainnya (seperti banded atau dominan spot). Anakan dari hasil perkawinan ini sulit dipastikan yang mana yang membawa gen Anopthalmic.
3. Platinum pada Campbell (kode gen Si)
Pertemuan antara dua Platinum campbell (termasuk dalam penampakan BEW/REW) akan menyebabkan:
- cacat fisik pada bayi yang dilahirkan, tubuh kerdil/kuntet yang dikenal dengan Micro BEW atau Micro Platinum. Anakan ini tetap bisa melewati masa sapih 21 hari namun akan   berumur pendek.
Ciri fisik Platinum Campbell (Si)

- Mudah dicirikan sebagai hamster bercorak platinum, atau dalam bentuk ekstremnya, BEW/REW.
4. Hairless Gene pada Syria
- Betina hamster dengan penampakan hairless tidak akan mampu menyusui anak-anaknya karena produksi ASI-nya sangat terbatas.

- Berhubung hairless gene ini bersifat resesif, maka betina yang bisa digunakan untuk mencetak hairless adalah betina yang carier hairless gene dikawinkan dengan jantan hairless.
5. Bawaan Penyakit (Diabetes, Glaucoma, katarak, penyakit kulit, parasit) 

Katarak                                                 Glaucoma
Indukan yang diketahui membawa bibit penyakit, seperti Diabetes (umumnya pada WW), Glaucoma (umumnya pada Campbell) Diabetes sekaligus Glaukoma (umumnya pada hibrid), katarak, penyakit kulit seperti scabbies, atau parasit lain seperti kutu, sebaiknya tidak diternakkan sebelum benar-benar sembuh/bebas dari penyakit.
6. Cacat Lahir
Hamster yang lahir dengan cacat bawaan, seperti spinal deformities (ekor melengkung, kaki tidak lengkap, buta, dll) sebaiiknya tidak diternakkan. Spinal deformities biasanya terjadi pada Syria varian Dark Gray, namun bisa juga muncul pada spesies dan varian warna lain.
7. Kuntet/Kerdil 
Hamster yang terlahir kuntet, misal itu micro platinum, atau micro BEW/REW pada Campbell, sebaiknya tidak diternakkan.
8. Double Gen Satin pada Syria
Perkawinan dua Satin Syria akan menghasilkan anakan unattractive atau tidak selincah anakan normal. Satin x Satin, menghasilkan sekitar 25% bayi unattractive.
9. Double Gen Rex pada Syria
Perkawinan dua Rex Syria bisa negatif, karena bulu pada mata bisa sangat keriting sehingga membuat iritasi pada mata. Kumis yang terlalu keriting juga bisa membuat hamster disorientasi.
10. Genetic Disorder
Ada sejumlah bawaan neurological genetic disorders (tak bisa disembuhkan) yang juga harus dihindari untuk diternakkan. Yaitu:
-  Back-flipping pada campbell. Awalnya selalu jatuh ke belakang saat berdiri, dan lama kelamaan bisa salto sempurna.
Lihat videonya di sini: http://www.facebook.com/video/video.php?v=1385350641584&oid=117023438347040&comments&set=o.117023438347040&type=1
Pacing pada Cambell. Hamster ini setiap saat bolak balik melintasi kandang seperti tidak mau berhenti. Kadang-kadang hanya bolak-balik dalam jarak pendek dan terus menerus. Gejala awal terlihat kepala “tengeng”. Sering terjadi Campbell, WW, atau hibrid (khususnya varian Violet Dorsal).
Lap Running. Yang ini setiap saat lari memutari kandang tak henti-hentinya.
Waltzing. Ini bisa muncul pada Syria, Campbell, WW/Hibrid, dan Roborovski. Mirip dengan Lap Runniing, namun lingkaran larinya lebih kecil, sampai-sampai bisa berputar ditempat seperti gasing. Waltzing juga bisa disebabkan oleh infeksi di telinga bagian dalam.
Lihat videonya di sini: http://www.facebook.com/video/video.php?v=1386212103120&oid=117023438347040&comments&set=o.117023438347040&type=1
11. Perilaku Aneh Lainnya
Sejumlah hamster juga menampakkan perilaku aneh, dan sebaiknya dihindarkan untuk diternak. Antara lain, betina yang suka memakan telinga dan/atau kaki anak-anaknya atau jantannya saat menyusui atau saat mengasuh bayi. Akibatnya sering ada anakan yang tak punya telinga/kaki (Padahal sebelumnya lengkap).


Sumber: By: Andi Nursaiful/berbagai sumber
Artikel ini diambil dari HFG Friend’s untuk share kepada Hamster Lover dan tidak ada tujuan lain.

Memisah Bayi Hamster


Bayi hamster atau anak hamster bisa dipisah dari induknya sangat perlu dilakukan karena indukan hamster akan memakan anak hamster saat si induk merasa tersaingi oleh anak hamster. Kata “tersaingi” bisa berarti tersaingi masalah makanan, hal ini terjadi apabila anak hamster sudah mencapai setengah masak kelamin dan si induk hamster akan merasa tersaingi soal makanan yang diberikan terbagi dengan anak-anaknya. Maka dari itu memisah anak hamster merupakan salah satu proses yang sangat penting saat berternak hamster.
Mari kita bahas poin-poinnya, saya akan jelaskan satu persatu..:). Anak hamster dapat dipisah apabaila:
  • Waktu normal untuk memisah anak hamster adalah + 1 bulan.
  • Anak hamster sudah bisa berjalan lancar dan makan makanan sendiri
Peringatan: Jangan memisahkan anak hamster yang perkembangannya kurang baik, lebih baik ditunggu sampai anak hamster agak besaran sedikit dikarenakan anak hamster tersebut mengalami perkembangan yang kurang bagus dan dapat mengakibatkan kematian. Anda bisa mengamati diantara anak hamster yang perkembangannya kurang bagus (pasti ada diantara anak hamster, liat tubuhnya yang paling kecil aja biar gampang).

Perlakuan terhadap Hamster Hamil


Hamster Hamil
Perlakuan terhadap hamster yang hamil berbeda dengan perlakuaan terhadap hamster yang tidak hamil. Beberapa hal yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan sebagai berikut.
  1. Hamster yang sedang hamil harus diletakkan ke tempat yang telah disediakan agar calon induk dapat membangun sarangnya dan menunggu kelahiran bayinya dengan tenang tanpa gangguan.
  2. Memisahkan betina hamster yang hamil dari jantannya agar hamster jantan tidak membuahinya lagi. Jika hamster jantan tetap membuahi akan terjadi kehamilan bersambung, yakni betina akan hamil lagi, tidak lama setelah melahirkan. Hamster betina yang mengalami hal seperti ini sering mengalami kematian karena gagal melahirkan anaknya atau mati dalam keadaan hamil akibat jarak kehamilan yang terlalu dekat dan kondisi fisik yang belum sempat pulih.
  3. Memberikan asupan gizi yang cukup dengan menambahkan putih telur yang direbus ke dalam menu pakannya. Putih telur banyak mengandung protein dan sangat baik bagi kesehatan calon induk hamster dan bayinya.
  4. Mengganti alas tidur dengan ketebalan yang cukup pada hari ke-14.
  5. Hamster betina boleh dijodohkan kembali setelah beristirahat selama 1-1,5 bulan setelah anak-anak yang dilahirkan disapihnya.

Kesalahan dalam Merawat Hamster


Obesitas Itu Akibat Kuwaci
Kadang kala setelah belajar merawat hamsterkita tidak taukesalahan apa saja yang telah kita perbuat kepada hamster.Hamster menjadi gemuk, diare, hamster yang dijemur, dimandikan dengan air. Tahukah anda bahwa cara seperti itu adalah kesalahan anda dalam merawat hamster. Nah berikut beberapa kesalahan yang sering dibuat oleh pemilik hamster, khususnya para pemula:

1. Memberi makan sayur, wortel atau jagung segar sebagai menu makanan utama. Percayalah hal ini hanya akan merugikan Anda! Pencernaan hamster tidak didesain untuk mencerna makanan-makanan yang mengandung kelembaban tinggi seperti ini.
Jika Anda tidak percaya, coba teliti kondisi kandang hamster Anda, apakah selalu kelihatan basah dan kotor? Ini diakibatkan dari pemberian sayur-sayuran segar yang Anda berikan setiap hari! Coba ganti menu makanan hamster Anda dengan yang lebih sesuai yaitu makanan hamster kering yang bisa Anda temui di petshop atau di supermarket.
Di Indonesia tersedia beberapa merk seperti : Ultra Blend, XtraVital, Vitakraft, Hamsfood, Hagen, Minimal Goods, Hartz, Nutriblocks, dan masih banyak lagi lainnya. Anda tinggal memilihnya sesuai dengan keuangan dan kebutuhan hamster Anda.
2. Membeli tambahan biji bunga matahari atau kuaci sebagai makanan tambahan. “Hamster saya suka biji bunga matahari dan kuaci, selain itu mereka tidak mau makan yang lainnya.” Mungkin Anda tidak tahu kalau tindakan sayang Anda ini justru malah membunuh hamster Anda.
Biji bunga matahari dan kuaci adalah salah satu makanan yang mudah disukai oleh hamster tapi pemberian dalam jumlah besar dalam mengakibat beberapa hal diantaranya: obesitas, kurangnya kalsium sehingga pertumbuhan tulang dan gigi menjadi terhambat, kelainan dalam proses kelahiran (ini disebabkan oleh kandungan lemak yang terlalu tinggi pada biji bunga matahari).
Kasus yang paling sering terjadi adalah yang terakhir, kelainan pada proses kelahiran. Kelainan ini berujung pada keguguran bayi-bayi hamster tersebut yang merenggut jiwa induk dan anak-anaknya. Jadi berhati-hatilah dalam memberi makan hamster Anda! Menyayanginya bukan berarti memanjakannya!
3.Pemberian susu bubuk atau susu cair untuk manusia pada hamster. Beberapa orang melakukan ini dan mereka mengeluh kalau bulu hamster mereka menjadi tipis dan rontok. Memang belum terbukti secara klinis tapi lebih baik mencegah dari pada mengobati. Susu untuk manusia diformulasikan untuk manusia jadi lebih baik jangan diberikan ke hewan.
Gunakan susu khusus untuk hamster! Itu jauh lebih baik. Lagipula pemberian susu ini juga tidak menunjukkan manfaat yang mengesankan tapi rutinitas pemberian susu ini malah jauh merepotkan Anda.
4.Memberikan snack terlalu banyak. Snack sebaiknya diberikan hanya seminggu sekali, jika terlalu sering… Anda pasti rugi telah membeli makanan hamster karena tidak dikonsumsi secara maksimal. Sama seperti anak kecil yang diberi pilihan antara sayur dan kue kesukaannya, hamster pasti lebih memilih snack kesukaannya. Tapi sekali lagi kita tidak mungkin memberi makan kue cokelat setiap hari sebagai makanan utama bagi anak kita kan?
Begitu pula dengan hamster! Pemberian snack terlalu sering akan mengakibatkan ketidakseimbangan gizi yang sebenarnya telah ditimbang dan dipelajari secara khusus oleh para ahli yang telah meracikmakanan hamster. Ini pasti mempunyai efek negatif di kemudian hari terutama ketika hamster melahirkan dan menyusui.
Jika Anda merasa ‘tidak tahan’ dan ingin memberikan snack lebih banyak dari seminggu sekali, Anda bisa menimbang-nimbang secara bijak jenis snack yang Anda berikan. Sesuai dengan sistem pencernaan hamster yang kurang bisa menerima makanan dengan tingkat kelembaban tinggi pilihlah snack yang ‘kering’ seperti kacang-kacangan, roti, biskuit, cereal dan lain-lain. Sedang untuk buah-buahan berikanlah seminggu sekali.
Yang keempat. Yaitu Minuman dari Hamster itu sendiri. Hamster memperoleh air dari sayuran-sayuran. Kalo misalnya kamu gak terlalu sering ngasi sayur sediakanlah botol minum kusus hamster yang dijual di petshop. Oh ya jangan lupa. Minuman hamster itu Air yang di masak jangan kasi air keran yang masih ada kuman-kumannya. Juga Kebersihan Botol harus senangtiasa bersih. Jangan juga memberikan susu manusia kasi saja susu hamster. Oh ya botolnya jangan sampai bocor. Nanti banjir lagi kandangannya.
5. Hamster dijemur dibawah sinar matahari. Hamster adalah binatang nocturnal. Mereka adalah binatang malam. Di alam liar mereka tidur sepanjang siang hari dalam lubang mereka yang bisa mencapai kedalaman 10 – 20 meter dibawah permukaan tanah dan baru keluar pada malam hari untuk mencari makan. Jadi mereka tidak terlalu membutuhkan sinar matahari. Sedikit saja cukup… Tidak perlu sampai ‘dijemur’.
6.  Hamster dimandikan dengan air. Hamster rentan terhadap air dan kelembaban. Hamster berasal dari daerah gurun pasir yang kering. Jika hamster Anda sedang sehat dan dalam kondisi prima mungkin terkena air bukan masalah, tapi jika kondisinya sedang menurun terkena air bisa berarti kematian bagi mereka. Hamster yang basah harus secepatnya dikeringkan atau mereka terserang flu, kemudian berlanjut ke pneumonia dan berakhir pada kematian. Jadi jangan mengambil resiko untuk tindakan yang tidak perlu ini.
7. Memisahkan induk hamster dari bayi-bayinya. Kedengarannya memang bodoh tapi percayalah banyak orang yang tidak sengaja melakukan hal ini karena ketakutan mereka pada gosip yang beredar tentang ‘hamster pemakan anak’. Ibu hamster yang sehat dan cukup akrab dengan manusia tidak akan memakan anaknya tanpa alasan yang jelas! Jadi jangan memisahkan ibu dan bayi-bayinya karena bayi-bayi itu akan meninggal dengan segera karena kedinginan dan tidak mendapatkan air susu.
8. Hamster jatuh dari ketinggian. Jika hamster Anda masih baru, cobalah untuk memegang hamster dalam posisi duduk jadi jika hamster Anda jatuh tidak akan terlalu tinggi. Ini kesalahan yang paling sering dilakukan orang. Hamster yang baru datang biasanya masih merasa asing dengan Anda dan dengan lingkungannya dan cenderung melompat secara tiba-tiba.

Kamis, 01 November 2012

Phodopus Roborovskii


Di antara puluhan spesies hamster di alam, dan sejumlah spesies hamster yang bisa dipelihara dalam tangkapan (captivity), ini dia sang hamster priyayi: Roborovski. Ukuran fisiknya mini tapi gerakannya gesit, penuh kewaspadaan dan tak mudah percaya pada sesuatu, makan dan minum irit, dan gaya hidup kesehariannya lebih bersih dari hamster lain. Dalam hal berjodoh dan mencari pasangan, jantan Roborovski dikenal setia pada pasangan, sementara betina tak mudah menerima jantan baru.
Habitat dan Riwayat
Phodopus roborovskii begitu nama latinnya, aslinya menghuni area padang pasir di Mongolia dan China bagian Utara and Northern yang miskin vegetasi. Sarang dibangun di bawah tanah, dan mereka sangat aktif keluar sarang antara September hingga November.
Lingkungan keras yang miskin air itu membuat Roborovski mampu mengembangkan kemampuan efisiensi air yang sangat luar biasa. Bahkan, inilah salah satu hewan yang paling hebat dalam hal meminimalkan penggunaan air. Mereka mengonsentrasikan cairan urine sekental mungkin demi mengirit penggunaan air dalam tubuh.
Di antara hewan lain dalam genus Phodopus, Roborovski adalah survivor terbaik di ekosistem gurun. Mereka mampu bertahan dalam suhu yang sangat dingin di gurun, meskipun sangat sensitif terhadap suhu panas.
Di antara hamster lain yang kita kenal di Indonesia,  bahkan di dunia, Roborovski juga tercatat sebagai hamster pertama yang dilaporkan ke publik luas. Adalah Lt. Roborovski yang pertama kali melaporkan melihat hamster ini dalam ekspedisi di dekat Nan Shan pada bulan Juli 1894. Namun baru beberapa tahun kemudian, tepatnya 1903, zoölogist bernama Satunin mulai melakukan studi pertama tetntang Roborovski.
Hamster satu ini tak mudah beradaptasi. Buktinya, hingga akhir 1970-an, Zoological Society of London tidak juga baru berhasil
menernakkan Roborovski yang mereka bawa dari Moscow Zoo. Justru breeder dari Belanda yang berhasil lebih dulu menernakkan Roborovski yang mereka dapat dari Rusia pada 1990. Tahun itu juga sebagian dibawa ke Inggris. Untuk AS, baru pada 1998, ada sekelompok Roborovski yang berhasil masuk dengan selamat ke sana.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah peternak di Rusia mencoba menernakkan Roborovski dari indukan langsung yang ditangkap di alam. Sayangnya, upaya itu tak pernah berhasil. Mereka tak mau bereproduksi, atau mati karena stres.
Perilaku dan Perkawinan 
Roborovski diketahui sebagai hewan komunal atau sosial, dan selektif memilih pasangan hidup. Jantan diketahui lebih pemilih ketimbang betina. Secara teori, mereka bisa dipelihara dalam kelompok besar, namun disarankan hanya sepasang dalam satu kandang. Kandang superbesar sekalipun, jika diisi lebih dari satu pasang, akan cenderung memicu perkelahian sengit saat usia mereka beranjak dewasa.
Dibanding hamster lain, atau hewan lain, Roborovski dikenal good natured dan sangat sangat jarang mengigit tuannya sendiri. Saat diagitasi atau diprovokasi, mereka lebih memilih jalan damai atau kabur sekalian. Meskipun terlihat sangat aktif dan pelari cepat, Roborovski sangatlah pemalu dan penakut. Tak heran jika dia termasuk mudah kena stres dibanding hamster lain. 
Menangkap dan menenangkannya di tangan bukan perkara mudah. Oleh sebab itu, hamster ini tidak cocok untuk anak kecil. Namun bukan berarti Roborovski tak bisa dikendalikan. Oleh sebab itu, menjinakkan Roborovski adalah sebuah tantangan tersendiri.
Memasangkan Roborovski tak kalah sulitnya dengan menenangkannya di tangan. Kecuali diperkenalkan dan dipelihara dalam satu kandang saat masih berusia 1-2 bulan, mengawinkan dua ekor Roborovski dewasa dan matang untuk bereproduksi (6 minggu) adalah pekerjaan yang cukup melelahkan.
Ada sejumlah siasat yang bisa diterapkan untuk mempermudah proses ini. Misalnya, menyemprotkan/mengoleskan semacam pewangi seperti vanilla essence (untuk bikin kue atau makanan) pada bagian bawah tubuh kedua hamster.Perkenalkan mereka di kandang yang netral, atau bisa juga dengan lebih dulu membagi dua kandang dengan pembatas selama beberapa hari. Setiap hari lakukan pertukaran/tukar tempat.
Betina Robo yang sudah dewasa, akan memasuki siklus masa subur setiap empat hari sekali. Selama 12 jam setiap empat hari sekali, betina akan memasuki masa subur. Pencatatan waktu ini penting bagi peternak.  Masa kehamilan (gestasi) robo rata-rata antara 22-22 hari.
Robo juga diyakini sebagai hewan seasonal breeders yang biasanya hanya kawin pad amusim semi dan musim panas. Sejumlah breeder
di luar melaporkan bahwa Robo mereka tidak berproduksi sebelum musim semi tiba sejak saat mereka dilahirkan.
Genetika
Hamster Spesies Roborovski (Genus: Phodopus, Family: Cricetidae, Order: Rodentia) memiliki 34 pasang Kromosom. Jumlah ini berbeda dengan kromosom Campbell (28 pasang), Winter White (28 pasang), dan Syrian (44 pasang).
Roborovski dikenal tak memiliki kecenderungan genetik terhadap penyakit. Meski demikian, ada dikenal istilah “inbreeding depression” yang membuat Robo cenderung mandul jika terus menerus dikawinkan dalam garis keturunan (linebreed/inbreed). Selain cenderung mandul, mereka baru mau kawin pada usia lebih dewasa dari seharusnya.
Oleh sebab itu, disarankan untuk melakukan refresh pada garis keturunannya secara teratur dengan menyilangkan dengan Robo lain yang tidak bertalian darah. Kabarnya perkawinan inbreed  secara terus menerus akan menghasilkan anakan yang menderita penyakit
"spin",  yaitu mengalami masalah (ringan sampai berat) dengan keseimbangan.
Varian Warna
Roborovski adalah hamster mini yang paling mini. Ukuran fisiknya hanya 4 -5 cm, berat hanya 22-28 gram, dengan harapan hidup 2 - 3 tahun saja. Secara warna, Roborovski awalnya dikenal hanya ada dua varian, yakni Normal Agouti dan White Face.
Meski demikian, hingga 2011 ini, berdasarkan penelusuran, dilaporkan bawah saat ini sudah ada sebanyak  7 varian warna Roborovski. Yakni Agouti/Normal, Husky, White-Faced, Platinum,  White, Red Eyed (Rust/Cinnamon), dan Mottled/Pied.
Agouti / Normal
Ini adalah spesies Roborovski dari alam. Oleh sebab itu dinamakan wild colouration atau agouti. Coating atau warna bulunya adalah sandy brown atau coklat tanah (terkadang oranye). Pada bagian punggung ada warna coklat tua, sementara bulu di bagian dasar berwarna abu-abu.
Robo Agouti memiliki perut putih, kaki putih, dan alis mata putih. Warna matanya hitam dengan kuping bagian dalam berwarna flesh atau warna daging, dengan garis tepi coklat tua. Arches/scallops atau garis pola pemisah warna di bagian samping tubuh jelas terlihat.
Berbeda dengan spesies hamster mini lainnya, Robo tak memiliki garis punggung atau dorsal stripe.   
 
Husky Roborovski (Recessive White Faced Gene)
Mutasi ini muncul pertama kali di Swedia 2002. Varian ini sebagian menyebutnya White Mask atau Husky. Berbeda dengan varian normal, Husky tidak memiliki alis mata putih seperti yang terdapat pada varian Agouti.
Husky diidentifikasi membawa gen bersifat resesif yang menghasilkan warna muka memutih berbentuk huruf “V” mulai dari kedua telinga hingga tepat di atas mata. Gen resesif ini juga memberi pengaruh pada area berwarna pada tubuh, yaitu membuat warna sandy brown pada robo Normal tadi menjadi lebih pucat dan menampakkan efek washed out atau tergosok.
Selain itu, warna coklatnya menjadi berkurang/menyusut. Warna putih di perut bertambah hingga ke samping dan bagian belakang, membuat arches/scallops kian tidak jelas.
Kabarnya, inbreeding Robo Husky akan menimbulkan banyak masalah kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi.  Namun sebagian breeder mengaku tidak menemui masalah kesehatan dengan inbreeding ini.
Pada gambar di atas terlihat sepasang Rovo Normal (hasil anakan Robo Husky) melahirkan dua ekor anak yang berbeda. Satu Normal, satu lagi Husky. Foto paling kanan menunjukkan perbedaan tegas saat mereka dewasa.
White-Faced Roborovski (Dominant White Faced Gene)
Varian  ini mirip dengan varian Husky. Bedanya ada pada sifat gennya yang dominan. Efeknya pun sama yaitu membuat wajah menjadi putih dengan bentuk V.
Yang sangat berbeda adalah warna punggung yang persis warna normal. Jadi Robo White Faced yang dimaksud disini adalah “robo normal dengan muka putih”. Sementara Husky adalah robo muka putih dengan punggung yang lebih putih.
Seiring usia, White Face terkadang berwarna lebih muda. Konon gen ini sudah sangat langka. Hanya ada satu breeder di Belanda bernama Nella yang diketahui terus mempertahankan kemurnian gen ini.
Anakan Wf Dominant & Agouti
Platinum Roborovski (Dominan WF x Resesif WF)
Varian yang ini juga tergolong langka. Warnanya mirip dengan Robo WF Dominan pada usia masa sapih. Namun seiring usia, warnanya terus memutih sampai akhirnya benar-benar putih polos.
Pada usia 12 bulan, warnanya menjadi abu-abu, dan saat menginjak usia18 - 24 bulan, seluruh warna menjadi putih polos. Namun ini tetap berbeda dengan Roborovski Pure White yang sejak lahir saja sudah berwarna putih polos.
Oleh sebab itu, varian ini diberi nama Platinum Roborovski, karena adanya efek diluting yang memutihkan warna. Tidak semua breeder sepakat. Sebagian menyebut penampakan coating yang lebih memutih itu sesungguhnya sama saja dengan varian WF Dominan.
Oleh sebab itu varian Roborovski Platinum sifatnya masih debatable. Belum ada kesepakatan apakah efek diluting itu sekadar derivasi atau memang merupakan mutasi yang bisa diwariskan. Berbeda dengan penampakan mata flip flop pada Cambell maupun Winter White/Hybrid yang disepakati hanya sekadar cacat genetika.
Pada perkembangan berikutnya, diketahui bahwa efek diluting terjadi akibat perkawinan antara Robo Normal dengan Robo WF.  Sebagian breeder berpendapat percampuran ini berbahaya karena akan merusak warna asli dari Robo FW.
Namun sebagian breeder justru berusaha mematenkan warna itu dengan melakukan “double dose” atau mengawinkan anakan WF “platinum” dengan WF“platinum”. Hasilnya, muncul WF yang lebih putih lagi.
Walhasil sebagian berpendapat bahwa WF yang memutih itu merupakan mutasi, bukan hasil perkawinan silang antara varian Robo Normal dengan Robo WF.  Salah seorang breeder yang meyakini bahwa WF Platinum merupakan mutasi adalah Henri Bosch asal Belanda. Dialah salah satu breeder yang menemukan terjadinya efek ini.
Sebagian lagi berpandangan bahwa Diluted WF atau Platinum WF merupakan hasil persilangan varian Robo Normal dengan Robo WF, bukan mutasi. Mereka ini khawatir bahwa efek memutih itu sebetulnya merupakan undesireable trait atau warisan yang negative, yang bias saja berpengaruh pada kesehatan hamsternya maupun coating-nya. 
Pada 2004, seorang breeder di Jepang bernama Kaidouya memamerkan foto WF yang makin memutih seiring usia. Ia menyebutkan bahwa interbreeding WF akan menghasilkan anakan yang lebih putih dan terus memutih pada usia dewasa/tua.
White Roborovski (Dominant WF x Anakan Inbreed Recessive WF)
Sangat berbeda dengan varian-varian mutasi yang lain, White Robo benar-benar putih polos sejak lahir.
Sebelumnya banyak beredar foto “White Robo” di internet namun tidak terjelaskan bawaan gennya apa. Tanpa mengetahui silsilah gen sebelumnya, maka sangat mustahil mencetak white robo. 
Namun ada breeder yang secara khusus melakukan eksperimen untuk mencasri tahu rahasia kemunculan robo white. Akhirnya diketahuii bahwa White Robo dihasilkan dari persilangan antara Dominan WF dengan anakan dari dua Resesif WF. Atau percampuran satu gen dominan WF dengan dua gen resesif WF.
Patut dicatat bahwa White Robo ini bukan mutasi albino karena matanya tetap berwarna hitam, bukan merah cerah. Sayangnya, beberapa White Roborovskis diketahui kondisi nkesehatannya tidak sebaik varian warna/pola lain. Penelitian terus dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
The Red Eyed Roborovski (Rust / Cinnamon Red Eyed?)
Mutasi baru ini muncul di Republik Ceko pada 2009 dan 2010. Sepasang Robo mata merah ini sudah diimpor ke Inggris pada 2010.
Sebetulnya bukan bermata merah ibarat argente pada Campbell, melainkan berwarna coklat tua. Selain mata, ciri fisiknya pun berbeda.
Warnanya bukan sandy brown melainkan light creamy / caramel dengan chocolate undercoat, dan warna kuping pucat.
Belum banyak informasi yang diperoleh mengenai genetika varian baru ini, kecuali bahwa gennya bersifat resesif. Kabar terakhir, OakFarm di Inggris berhasil menernakkan dengan hasil yang konsisten bermata dark brown.
The Mottled / Pied Roborovski
Inilah mutasi terbaru dari varian Roborovski. Tak begitu jelas varian ini muncul di mana pertama kalinya, meskipun ada yang menyebutkan asal muasalnya juga dari  Republik Ceko.
Pada bulan November 2010, sepasang Mottled / Pied Roborovski juga sudah masuk ke Inggris, melalui breeder asal Swedia yang bernama Geisha.  Di inggirs, premilik perytamanya bernama Tammy, pemilik Oak Farms.
Ciri fisiknya persis sama dengan varian Agouti, kecuali bercak-bercak putih pada kepala, badan dan kadang pada wajah. Persis corak mottled pada Campbell. Varian terbaru inipun masih sangat minim infonya. Kecuali  bahwa sifat gennya pun resesif.
Cinnamon Roborovski
Selain  mutasi-mutasi terbaru itu, ada sejumlah pemahaman baru yang diperoleh berkat persilangan gen-gen mutasi tersebut (khususnya gen bersifat resesif) dengan varian agouti murni: 
Agouti carrying Husky
Robo Agouti yang carrying setengah kopi gen resesif dari Robo Husky (Recessive White - Faced) biasanya akan berwarna lebih cerah dari warna agouti murni.  Terutama di bagian antara kedua mata. Sebagian malah terlihat seperti “white spot” di antara mata.
Agouti carrying Red Eyed
Sebaliknya, Robo Agouti yang membawa separuh kopi gen dari varian Red Eyed Robo terkadang menampilkan warna yang lebih gelap dari varian Agouti.Update next: Snow Bear Roborovski